Home > Taushiah Abina > Al Wasathiyyah Manhaj Rabbani

Al Wasathiyyah Manhaj Rabbani

(Waspadalah) fitnah-fitnah laksana penggalan-penggalan malam gelap gulita yang tidak bisa dihindarkan dalam seluruh lintasan-lintasan masa. Bahkan telah terjadi dalam sebaik-baik masa. Ini karena Allah telah menyatakan: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya….“QS al Mulk:2.
Aksi terbaik agar selamat dari fitnah tersebut adalah manhaj al wasath (sikap mengambil jalan tengah) yang merupakan manhaj umat ini seperti diisyaratkan dalam firman Allah: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan…“QS al Baqarah:143.
Jadi tidak ketimuran juga tidak kebaratan, tidak kebangetan juga tidak kepengkuan, tidak terlalu juga tidak teledor, tidak bersuara keras juga tidak bersuara pelan, tidak berfoya-foya juga tidak mengirit, tidak menggenggam tangan (pelit) juga tidak membentangkannya (blobo), tidak mendito (menjauh dari wanita) juga tidak bergaul bebas dengan wanita, tidak eksklusif juga tidak inklusif dan tidak ini juga tidak itu.
Akan tetapi kita meniti jalan tengah di antara kesemuanya.
Sesungguhnya kedermawanan berada pada posisi di antara foya-foya dan pelit, keberanian di antara ketakutan dan tindakan ngawur, sikap bijak di antara sikap kasar dan acuh tak acuh, senyuman di antara raut wajah cemberut dan gelak tawa, sabar di antara sikap keras dan mengeluh.
Kelas menengah dalam ekonomi adalah yang terbaik. Bukan kekayaan yang memunculkan keangkuhan. Bukan kemiskinan yang melupakan. Akan tetapi sesuatu yang mencukupi, melegakan dan mencukupi keinginan. Sungguh dikatakan: “Ambil dari cinta sesuatu yang jernih. Dan dari penghidupan sesuatu yang menckupi!”
Inilah jalan hidup (manhaj) tengah-tengah dan keseimbangan dalam menjalani urusan-urusan sebagaimana diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Bermadyalah, bermadyalah maka kalian akan menggapai tujuan…”HR Bukhari. “Tetapilah oleh kalian petunjuk jalan tengah-tengah” HR Ahmad. .”Sebaik-baik urusan adalah yang tengah-tengah”HR Ibnu Sam’ani.

Categories: Taushiah Abina
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: